Menristekdikti: UNP Harus Lakukan Lompatan Untuk Hadapi Era Digitalisasi

Minggu, 11 Februari 2018
img

TrustPolitica.com. Pendidikan tinggi harus segera melakukan perubahan mendasar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semua aspek di pendidikan tinggi harus bisa melakukan perubahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi.

Demikian penjelasan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo yang melakukan pertemuan dengan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018) lalu.

“Kemenristekdikti sedang mengembangkan pembelajaran kuliah secara online, intinya sistem pengajarannya harus kita kelola secara baik, maka pendidikan tinggi akan menjadi lebih baik. Ini semua atas arahan bapak presiden untuk pendidikan tinggi kedepannya," ujar Nasir.

Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan fokus kepada perguruan tinggi tentang apa yang harus dikembangkan untuk pendidikan tinggi kedepan dalam mengatisipasi perubahan teknologi dan informasi yang begitu pesat dan sudah berjalan sekarang ini.

“Sebelumnya saya juga sudah sampaikan bahwa era digitalisasi inilah yang harus kita tangkap secara cepat dan memikirkan perubahan apa saja yang harus kita lakukan. UNP harus segera melakukan lompatan dalam menghadapi era digitalisasi ini,” pungkasnya.

Nasir menambahkan, Program Studi (Prodi) bisa dibuka dan tidak ada pembatasan asalkan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan dunia kerja saat ini.

“Membuka prodi harus jelas rumpun ilmunya di mana, target pasarnya apa dan juga apa yang dibutuhkan tenaga kerja kedepannya. Apakah Prodi itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau bisa diserap oleh dunia kerja, sehingga Prodi yang dibutuhkan bisa sesuai,” tambah Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menyampaikan, perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat inilah yang mengharuskan UNP untuk mengikuti era saat ini.

“Kami memang akan mengembangkan dan membangun prodi-prodi yang dapat dibutuhkan di era digitalisasi. Prodinya seperti Animasi, Ekonomi Kreatif, Aplikasi Digital dan Toko Online sudah kami pikirkan,” ucapnya. (rhr)

Komentar Pembaca