SBY: Insya Allah Nanti Ada Pemimpin Baru yang Amanah

Senin, 23 April 2018
img

Jakarta - Wacana adanya kekuatan baru atau poros ketiga pada Pilpres 2019 semakin terlihat. Adalah Partai Demokratsebagai kekuatan baru yang akan memunculkan kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres).

Ketua Umum Partai DemokratSusilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan akan mengusung pasangan Capres dan Cawapres di luar Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

Presiden keenam itu mengatakan, akan mengusung pasangan Capres dan Cawapresyang betul-betul memahami keinginan bangsa dan negara. Pasangan tersebut di luar Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," kata SBY, di hadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Minggu (24/4).

Meski demikian, SBY masih merahasiakan nama pasangan capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019mendatang. Menurutnya, pasangan tersebut akan diumumkan setelah melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, hingga saat ini komunikasi dengan sejumlah partai politik masih terus dilakukan. Menurutnya, pengumuman Capres dan Cawapres akan dilakukan setelah pelaksanaan Pilkada 2018.

"Kami akan selesaikan dulu Pilkada sampai Juni, Juli bercakap-cakap ke situ (Pilpres), kemudian Agustus akan kami ambil langkah," kata Hinca.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto memastikan akan mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kontestasi Pilpres 2019mendatang. Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat itu diajukan sebagai Capres atau Cawapres.

Menurutnya, kaum milenial sebagai pemilik suara terbanyak mengharapkan agar AHY maju dalam pertarungan Pilpres nanti.

"Partai Demokrat ingin mengajukan apakah itu capres atau cawapres. Di dalam bahasan kita adalah next leader, apakah itu capres atau cawapres. Seluruh kader, bahkan dari kawula muda mendorong mas AHY untuk menjadi next leader," kata Agus, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3).

Sebab, lanjut Agus, Partai Demokrat harus menjalin koalisi dengan sejumlah partai politik untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden sebesar 20 persen kursi di DPR. Sebab, Demokrat sendiri hanya memiliki kursi 10,9 persen.

"Apakah itu dua poros, tiga poros, sekarang ini kami masih mempunyai waktu, masih ada kesempatan. Demokrat masih berkoordinasi untuk menentukan apakah mengambil poros ketiga atau mendukung poros yang ada," demikian Agus.

Diketahui, hingga saat ini baru lima parpol yang baru mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Jokowi di Pilpres 2019, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai NasDem, dan Partai Hanura.

Sementara lima partai lainnya belum menentukan Capres yang akan diusung. Adalah, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). jrs

 

Komentar Pembaca

Berita Terkait